Olshop Fashion Untuk Pemula

Perkembangan industri fashion yang begitu pesat sangat menggiurkan bagi Anda yang menyukai bisnis dan fashion. Era MEE ( Masyarakat Ekonomi Eropa ) yang memasuki Indonesia ikut memberikan warna pada perkembangan industri fashion. Pabrik pakaian dan membanjirnya import pakaian dari luar negeri membuat pabrikan dan distributor membuka peluang reseller agar distribusi produksi berjalan sesuai dengan target perusahaan. Untuk Anda yang terbiasa menggunakan gadget dan media sosial kenapa tidak memanfaatkan peluang ini ?
Berikut beberapa panduan bagi Anda yang baru akan mencoba peluang bisnis online fashion :

1. Gadget & Internet
Siapkan gadget untuk menjalankan bisnis ini. Komputer atau laptop diperlukan untuk operasional toko. Jika budget tidak memungkinkan Anda bisa membeli yang second. Mengingat akan banyak foto dan data yang Anda upload, pastikan perangkat ini sudah dilengkapi dengan software anti virus untuk meminimalisir kemungkinan data Anda hilang. Sediakan juga fasilitas internet untuk mengakses data produk dari website pemilik produk. Jika memang dana tidak memungkinkan juga, Anda bisa menggunakan smartphone Anda untuk berjualan. Gunakan fasilitas BBM, WA atau Instagram untuk memasarkan produk. Bila perlu buat grup khusus untuk toko online Anda.

2. Rencana Kerja
Sekecil apapun toko onlinenya, Anda tetap harus mempunyai rencana kerja. Sediakan kertas dan pulpen. Corat coret mulai dari siapa distributor atau agennya, produk jenis apa yang akan dijual, siapa target pembeli, bagaimana sistem pemesanan dan pengiriman, nomor rekening yang akan digunakan, jam kerja toko sampai nomor telepon yang bisa dihubungi pembeli. Ketika sudah membuat rencana kerja, segera aplikasikan. Hubungi distributor/agen, tanyakan bagaimana cara Anda menjadi reseller mereka. Catat sedetil-detilnya informasi datanya, bila perlu ketik dan tempelkan di dinding agar sewaktu-waktu Anda perlukan tidak kelabakan. Jika sudah deal, mulai upload data produk ke media toko. Gunakan website berbayar, facebook fanspage atau Instagram untuk meletakkan produk. Mulai promosi di media sosial untuk mengenalkan toko Anda. Tidak perlu terlalu sering, cukup satu kali sehari untuk menghindari komplain dari teman-teman Anda.

3. Waktu
Awalnya memang kecil dan rumahan, namun Anda harus antisipasi jika perkembangan toko Anda diluar perkiraan. Karena itu sejak awal tentukan jam buka operasional. Hal ini demi kenyamanan agar kegiatan toko tidak mengganggu waktu Anda untuk keluarga. Jam operasional ini berlaku untuk telepon/SMS yang masuk sampai ke pengiriman barang. Jika ada telepon/SMS/Order yang masuk setelah jam operasional, beri pengertian pada pembeli untuk membalas dan meresponnya esok hari pada jam kerja.
4. Service

Jika ada order, segera kontak distributor untuk memastikan ketersediaan produk. Jangan sampai ketika pembeli sudah transfer Anda kelabakan karena ternyata stok kosong. Bila memungkinkan beri keterangan dibawah foto produk berapa stok yang tersedia untuk masing-masing jenisnya. Jika produk sudah ter-packing dan selesai dikirim ke ekspedisi segera informasikan nomor resi pengiriman pada pembeli. Selain memudahkan pembeli mengecek keberadaan paket, hal ini juga memberikan kesan pelayanan yang cepat pada pembeli. Selalu gunakan bahasa yang baik dan ramah, sekesal apapun Anda menghadapi pembeli yang rewel. Baik untuk menjaga nama toko juga untuk melatih kesabaran Anda menghadapi 101 macam type pembeli
Setiap bisnis pasti mengalami maju mundur. Ketika Anda sudah mengambil pilihan untuk menjadi pebisnis online, maka Anda sudah menancapkan niat untuk terjun ke bisnis yang sesungguhnya. Jangan takut untuk mencoba. Trial and error akan Anda temui dalam perjalanan Anda mengelola toko fashion Anda. Bahkan ada saat dimana Anda akan dikomplain pembeli walau Anda sudah berusaha memberikan pelayanan yang terbaik sekalipun. Tetap semangat dan tuangkan kecintaan Anda pada fashion melalui toko online. Salam

Content Protection by DMCA.com