Ini Dia Baju Renang untuk Muslimah!

Wahai para muslimah, sekarang engkau tak perlu lagi risau jika ingin berenang di tempat umum karena harus membuka jilbab. Karena telah hadir busana muslim yang disebut dengan burkini, solusi untuk wanita yang berjilbab ketika berada di kolam renang. Burkini seolah telah menjadi impian yang menjadi kenyataan khususnya bagi para wanita muslimah yang tetap ingin menjaga kebugaran tubuhnya dengan berenang.

Burkini sendiri merupakan kependekan dari “burqa bikini” yang sengaja dibuat untuk mereka para wanita muslimah yang ingin berenang tanpa diharuskan membuka aurat. Burkini telah hadir sejak tahun 2003 silam, yang dirancang oleh seorang desainer bernama Aheda Zanneti. Sungguh kehadiran burkini telah menjadi jawaban bagi kesulitan banyak muslimah. Burkini telah memudahkan para muslimah yang ingin berenang secara syari.

Burkini dirancang dengan sangat apik sehingga bukan hanya fungsional melainkan juga tetap memperhatikan unsur-unsur fashion. Burkini hasil rancangan Zanneti dibuat dengan tiga bagian yakni tudung kepala, baju berlengan dan celana panjang. Untuk memudahkan imajinasi Anda, burkini ini tak berbeda jauh dengan baju penyelam. Yang membedakannya, kalau baju renang dibuat sangat ketat di tubuh sedangkan burkini dibuat agak longgar sehingga tidak mencetak tubuh sehingga tetap aman digunakan sekalipun berada di dalam air.

Tentunya saja kehadiran burkini sangat membantu para muslimah yang memang aktif dalam kegiatannya, termasuk berenang.

Digilai di Inggris

Burkini rupanya tidak hanya disukai di negara tempatnya berasal melainkan juga disukai oleh muslimah dari seluruh dunia. Satu diantaranya di Inggris. Burkini begitu digilai oleh wanita hijabers Inggris karena dapat menutupi auratnya sekalipun ketika berada di air. Eits, ternyata penyuka burkini di Inggris bukan hanya wanita muslimahnya namun juga wanita kebanyakan yang menganggap kalau burkini dapat menutupi seluruh bagian tubuh kecuali muka dan telapak tangan sehingga tidak perlu sunblock untuk melindungi kulit dari sengatan sinar matahari.

Bahkan ada yang menggunakan burkini untuk menutupi bagian tubuhnya yang dirasa tidak sempurna.

Kapan dimulainya? Seperti yang dirilis Dailymail, tren berburkini ini telah terjadi sejak akhir tahun 2014 lalu. Uniknya, yang justru mempopulerkan burkini bukan wanita Inggris melainkan seorang chef asal Australia bernama Nigella Lawson. Ketika itu sang chef sedang berenang di sebuah pantai di Australia, Sydney Bondy. Penampilannya yang mengenakan burkini diliput media dan dari situ baju renang muslimah itu populer di beberapa negara termasuk Inggris. Bak gayung bersambut, ternyata wanita Inggris banyak yang menyukai burkini ini.

Burkini yang ada di Inggris kebanyakan dibuat dengan menggunakan bahan lycra dan nilon. Kedua bahan tersebut diimpor langsung dari Maroko dan Turki, dua negara yang dominan muslim. Inggris sendiri sudah punya pabrik yang membuat baju renang sopan sejak tahun 2007. Baru kemudian pada penghujung tahun 2014 burkini meledak dan perusahaan yang bernama Modestly Active and Modestkini kebanjiran order.

Data dari perusahaa tersebut menyebutkan kalau 20 persen pelanggan mereka merupakan non muslim. Hal tersebut menunjukkan kalau burkini bisa digunakan siapapun, terlebih mereka yang ingin terus menjaga norma kesopanan dan etika berbusana dimanapun bereda, tak terkecuali di kolam renang.

 

 

 

Leave a Comment