Busana Muslim yang Mulai Mempengaruhi Tren Fashion Global

fashion moslem wordDunia fashion merupakan tren yang terus berkembang. Tiap generasi terus mengalami perubahan yang signifikan. Kemajuan teknologi dirasa banyak kalangan semakin mempengaruhi tren kemajuan fashion. Perkembangan fashion banyak dipengaruhi oleh berbagai macam faktor seperti budaya, ras, agama, adat suatu bangsa dan lainnya. Dalam konteks agama yang mana Islam sangat menganjurkan umatnya untuk berhijab rupanya juga telah banyak menginspirasi kalangan perancang busana untuk berlomba membuat pakaian muslim.

 

Tak bisa dipungkiri memang, tren fashion ala muslim semakin dikenal dunia berkat kemajuan teknologi. Berfashion ala muslim semakin mendunia berkat masifnya media sosial yang tak lagi mengenal batas geografis dan budaya. Misalnya saja, kita dapat menyebut beberapa ikon fashion muslim dunia seperti Dina Toki-O, Ascia Akf, Pearl Daisy bahkan tak ketinggalan Dian Pelangi yang namanya semakin berkibar saja. Bahkan nama pertama Dina Toki-O berhasil masuk dalam daftar 30 orang muda paling top di dunia digital. Tak tanggung-tanggung penghargaan tersebut diberikan oleg The Guardian.

 

Menjadi Tren Busana di Turki

Sebagaimana diketahui banyak orang kalau Turki merupakan negara sekuler yang memisahkan antara agama dan negara. Konsekuensinya tentu saja, pemerintah mereka melarang segala bentuk hal dengan mengatasnamakan agama di ruang publik termasuk dalam hal fashion. Makanya tak heran pada awalnya meskipun Turki merupakan negara dengan penduduk mayoritas muslim namun corak kemuslimannya (terutama bagi kaum perempuannya) masih minor.

 

Bahkan di kampus-kampus pemerintah menerapkan larangan berhijab bagi kaum perempuan muslim Turki. Sehingga tentu saja larangan tersebut sudah pasti mematikan kreasi busana muslimah. Beruntung ada momentum dimana industri tekstil bertumbuh yang menandakan adanya peningkatan kelas menengah mereka. Beberapa perempuan Turki—meskipun tidak dominan—mulai terlihat menggunakan hijab. Sampai akhirnya, busana muslim dan hijab mulai dilirik dan pada akhirnya menjadi tren fashion di negerinya Emre Belozoglu itu.

 

Sampai akhirnya pada dekade tahun 1990-an mulai banyak perempuan berhijab yang tak canggung lagi tampil di ruang publik. Mereka kebanyakan berasal dari kelas menengah. Kebanyakan mereka aktif di dunia bisnis. Fenomena tersebut semakin terlihat ketika munculnya Partai Keadilan dan Pembangunan (AK Party) di tahun 2001. Dimana kala itu banyak istri para petinggi partai itu yang mengenakan busana muslim. Tak pelak kondisi itupun banyak memicu perdebatan seputar dunia fashion yang tengah booming itu.

 

Dampaknya terhadap perkembangan fashion dunia

Dengan semakin berkembangnya tren fasion busana muslim, tak mengherankan kalau semakin banyak desainer dunia yang tertarik untuk merancang busana muslim. Barangkali mereka sangat sadar ada begitu besar ceruk pasar busana muslim yang belum digarap maksimal. Menurut American Headscarf Design Contest ada sekitar $96 triliun yang sangat potensial untuk digarap. Sehingga entah berbekal data tersebut atau karena insting bisnis, semakin banyak dijumpai para pelaku usaha busana muslim.

 

Bahkan di negara-negara non muslimpun banyak yang membuka toko busana muslim.

Leave a Comment